INTANI.ORG – Berawal dari hobi dan membantu bisnis orang tua, Rifky Syaidillah (22), milenial asal Depok kini sukses mengelola bisnis budidaya ikan hias air tawarnya secara mandiri sejak 2014.

“Saya melihat di Bojongsari ini memiliki kondisi alam yang sangat cocok untuk budidaya ikan hias, saya hobi juga maka dari itu jadi semakin semangat mengembangkan potensi ini jadi bisnis,” terang Rifky, mengawali paparannya sebagai narasumber inspiratif webinar inspirasi bisnis Intani seri ke 88, Rabu (28/09).

Webinar dengan tema ‘Bisnis Cantik Ikan Hias’ ditayangkan via daring zoom dan streaming di TANITV dipandu Julianto, selaku pengelola Intani Fresh. Julianto mengatakan bisnis ikan hias ini sangat diminati para milenial terutama saat pandemi tapi gulung tikar setelahnya, ia pun menanyakan kiat sukses Rifky tetap eksis hingga sekarang.

“Pertama saat memulai bisnis jangan ambisius, tetapi harus dijalankan sepenuh hati dan banyak belajar sehingga bisnis terus berjalan. Lalu yang utama cari pasarnya sehingga bisa tentukan berapa yang harus diproduksi, jangan terbalik,” terang pemuda lulusan Universitas Pamulang ini.

Pemilik Rifkan Aquatic, yang terletak di Bojongsari, Sawangan, Depok – Jawa Barat ini mengungkapkan memulai bisnisnya dengan modal 25-30 juta rupiah untuk keperluan membeli bibi ikan hias, pakan, dan akuarium sebanyak 25 buah. “Alhamdulillah dalam waktu lima bulan sudah balik modal, minimal memang agar lebih cepat perputarannya memiliki 50 akuarium,” ujarnya.

Rifky melakukan pemasaran dengan sistem door to door, media sosial dan e-commerce. “Tahun 2018 saya baru ekspansi ke pemasaran online, sebelumnya hanya offline terutama setiap tiga kali seminggu ke pasar ikan hias parung. Disana banyak pembeli skala besar hingga eksportir yang mencari ikan hias berbagai jenis”.

Rifky mengatakan sudah punya beberapa pelanggan tetap, yang setiap order bisa mencapai tiga ribu ekor. “Budidaya ikan hias ini sangat menguntungkan dari segi ekonomi maupun waktu, karena perawatannya yang mudah sehingga kita punya waktu luang lebih. Dan sekarang sudah ada beberapa teman di Karang Taruna kelurahan Bojongsari yang mengikuti jejak saya”.

Untuk jenis ikan yang dibudidayakan, Rifky fokus pada jenis Neon Tetra, Cardinal Tetra dan Rednose Tetra. “Jenis ikan lainnya ada kerja sama juga dengan petani ikan hias sekitar, serta untuk pembuatan pakan alaminya seperti cacing sutera,” ujarnya.

Rifky juga membagikan tips budidaya ikan hias agar terhindar dari penyakit, pertama dengan rutin membersihkan akuarium, menjaga kestabilan ph air, mensortir ikan yang berbeda ukuran maupun yang sudah terlihat gejala sakit serta menggunakan alat filter.

“Kedepannya saya sedang mempersiapkan untuk memiliki lahan budidaya ikan hias dengan skala produktifitas yang lebih tinggi lagi. Sehingga visi saya untuk mengembangkan bisnis ini agar menjadi role model pertanian ikan modern bisa segera terwujud,” pungkas Rifky.

Guntur Subagja, ketua umum Intani sangat mengapresiasi Rifky, sebagai milenial yang berhasil menjadi penggerak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya. “Rifky ini luar biasa tidak hanya memberikan dampak positif bagi alam tetapi juga sukses mengajak masyarakat sekitar terutama milenial untuk terjun berbisnis di sektor perikanan”.

Menurut Guntur bisnis ikan hias hampir sama dengan tanaman hias, eksistensinya sering bergantung pada momen tertentu. “Maka penting sekali sering mengikuti berbagai event pameran ikan hias dan membangun jejaring seluasnya, sehingga kegiatan bisnisnya terus bisa eksis. Bersama Intani adalah pilihan tepat dalam membangun jejaring, karena Intani sebagai connecting people baik itu pembudidaya, distributor hingga pasar,” tutup Guntur.*

LEAVE A REPLY